Exorcise Activity: The Autism. (Part 9)

Cerita sebelumnya

Jam 18:45 akhirnya kami sampai di rumah. Aku dan adikku langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Sesampainya di rumah, adikku langsung menuju kotak MP3 playernya untuk memutar beberapa musik klasik kesukaannya. Kubantu dia untuk meraih kotak MP3 player yang terletak di atas lemari, kuberikan padanya dan adikku terlihat sangat senang, lalu dia membalikkan badannya.

“Aaaaaaa!!!” teriakan kaget dari adikku, diapun terdiam.

“Ada apa Ais?” aku bertanya padanya dan aku melirik ke arah yang sama seperti adikku.

“Hallo anak-anak Ibu!” sapaan halus dari seorang wanita yang tiba-tiba berada di ambang pintu kamar adikku, ternyata itu adalah ibu kami.

“Loh, Ibu bikin kaget saja.” sahutku.
Kulihat adikku hanya terdiam, wajahnya berubah menjadi pucat pasi.

“Ais tidak kangen pada Ibu?” tanyaku.

“I…Ibu, kangen.” jawab adikku.

Lalu Ibuku menghampiriku dan mencium keningku, dia selalu melakukan hal itu setiap pulang kerja. Setelah menghampiriku selanjutnya dia menghampiri Ais dengan tangan yang siap untuk memeluk Ais, tetapi saat menghampiri adikku tiba-tiba adikku menghindar sambil menggelengkan kepalanya.

“Loh, kenapa anak Ibu yang cantik?” tanya ibuku.

Adikku hanya menggelengkan kepalanya.
“Hmmm, yasudah. Ais lapar tidak?” Ibuku kembali bertanya dengan pertanyaan yang lain.

“A..a..Ais ke..kenyang!” jawab adikku dengan ekspresi yang tak kelihatan senang seperti sebelumnya, dia terlihat begitu ketakutan.

“Kapan kamu makan? Ko sudah kenyang?” tanya Ibu.

“Tadi sore di…di rumah sakit.” jawab Ais.

“Iya bu, aku sudah membelikan Ais susu dan roti keju, Ais telah menghabiskannya saat menunggu antrian obatku.” sahutku.

Setelah itu Ibuku membiarkan kami beristirahat. Malam itu akhirnya aku bisa tertidur lelap setelah menghabiskan seharian ini dengan sangat melelahkan.
Keesokan harinya, dihari Senin. Aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, ku keluarkan motor dari garasi dan memanaskan mesinnya sebentar. Aku kembali ke dalam rumah untuk berpamitan kepada Ibu dan adikku. Saat itu Ais sedang bersama pengasuhnya, lalu ku hampiri dia.

“Kakak berangkat dulu ya!” ucapku.

Di dalam tak kutemukan Ibuku, entahlah aku tak tahu Ibu sedang berada dimana. Kupikir Ibu sudah pergi untuk bekerja.

Duakkkkk!!!

Saat aku keluar rumah, aku menabrak sesuatu karena terburu-buru.

“Aduh kakak kenapa tidak berhati-hati, bekalmu jadi terjatuh.” ucap Ibuku.

Aku menabrak Ibuku saat aku keluar dari pintu, saat itu ibu sedang memegang kotak bekalku yang telah ia siapkan.

“Maafkan Abraham bu,”

“Sudah tak apa, lebih baik sekarang kamu segera pergi ke sekolah sebelum kamu terlambat, nak.” ucap Ibu.

Saat aku naik motor dan bersiap untuk berangkat, kulihat pria misterius yang kemarin datang, dia sedang memperhatikan rumahku lagi.

Diapun menyadari bahwa aku melihatnya, dengan ekspresi terkejut dia pergi meninggalkan tempat dimana ia memperhatikan rumahku.

Ada apa dengan pria itu?

Cerita selanjutnya

One comment

Tinggalkan komentar